Tips Investasi ala Mahasiswa

Jakarta, Siapa bilang investasi hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah bekerja dan punya banyak uang? Pada dasarnya, investasi bisa dilakukan siapa pun, tanpa terkecuali, termasuk para mahasiswa yang ingin terjun langsung di dunia investasi.

Namun, terbatasnya modal yang dimiliki mahasiswa membuat mereka tidak bisa melakukan investasi secara intens. Walaupun begitu, mahasiswa tetap bisa berinvestasi dengan uang jajan yang dimilikinya.

Bagi kamu yang masih berstatus mahasiswa dan ingin berinvestasi, inilah tips dan trik yang perlu kamu lakukan.

1. Menabung

Investasi dengan tangan kosong sangatlah tidak mungkin. Sebelum memulai investasi, menabunglah sedikit demi sedikit. Uang yang ditabung dapat digunakan sebagai modal untuk berinvestasi.

Besarnya keuntungan investasi tergantung dari modal yang kamu miliki. Artinya, semakin banyak modal yang diinvestasikan, semakin besar pula keuntungan yang akan kamu dapatkan. Tingkat keuntungan inipun akan terus meningkat apabila kamu berinvestasi di instrumen investasi yang tepat.

2. Membuat Anggaran Keuangan

Anggaran keuangan yang dimaksud cukup anggaran keuangan yang sederhana, tapi bisa mewakili kondisi keuanganmu saat ini. Anggaran keuangan dapat membantumu untuk mengetahui pos pendapatan, pos pengeluaran, dan pos keuntungan saat berinvestasi. Dengan begitu, kamu dapat lebih mudah untuk memantau keuangan. Kalau terjadi hal buruk, kamu juga mampu menyikapinya dengan sigap.

3. Mengontrol Utang

Salah satu sifat buruk manusia adalah “tidak mau kalah dengan yang lain”. Sifat inilah yang membawa manusia pada kondisi finansial yang tidak sehat. Contohnya terpampang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang rela mengutang demi terlihat eksklusif di hadapan orang lain.

Sifat buruk inilah yang harus dikikis secara perlahan. Berkompetisi dalam hidup itu bagus, tapi berkompetisilah dalam hal positif yang tidak merugikan diri sendiri. Kalau toh ujung-ujungnya utang menumpuk, buat apa?

Tidak dapat dimungkiri, hidup manusia memang tidak pernah lepas dari kata “utang”. Namun, alangkah baiknya jika kamu mampu mengontrol utang tersebut. Sesuaikan kondisi keuangan dan gaya hidup, dibarengi pengontrolan terhadap keinginan untuk hidup boros. Ketika kamu dapat mengontrol utang, itu tandanya kamu siap untuk berinvestasi.

4. Belajar Ilmu Investasi

Menguasai ilmu dasar tentang investasi itu perlu. Bayangkan ketika dirimu sama sekali tidak tahu tentang investasi, bagaimana mungkin kamu dapat mengelola aset yang kamu investasikan? Ilmu yang perlu kamu pelajari tidak perlu terlalu intens. Kamu hanya perlu menguasai ilmu dasar tentang pasar modal saja. Seperti, suku bunga investasi, cara mencairkan investasi, dan transaksi jual beli.

Ketika kamu sudah menguasai ilmu dasar ini dengan baik, dapat dipastikan return investasi yang kamu peroleh akan memuaskan.

5. Memilih Instrumen Investasi yang Tepat

Ada banyak instrumen investasi yang dapat kamu jadikan pilihan. Sebut saja saham, reksa dana, deposito, valas, emas, dan properti. Mengingat dirimu masih berstatus sebagai pelajar, bergabunglah pada investasi yang bisa kamu kontrol sendiri.

Tiga jenis investasi yang sangat populer di kalangan mahasiswa adalah saham, reksa dana, dan deposito. Biaya untuk bergabung di salah satu investasi ini juga cukup murah. Misalnya, pembukaan akun reksa dana cukup dengan Rp100.000 saja.

6. Pantau Investasi

Agar return atau keuntungan investasi lebih maksimal, sebaiknya pantau aset yang kamu investasikan. Cara memantau investasi tidaklah sulit. Kamu hanya perlu melihat naik turunnya grafik dari instrumen investasi yang dipilih.

Pemantauan investasi hanya perlu dilakukan apabila kamu bergabung pada investasi saham. Untuk investasi reksa dana dan deposito, kamu tidak perlu khawatir karena tingkat return yang diperoleh sudah ditetapkan diawal investasi. Berbeda dengan investasi saham, di mana tingkat keuntungannya sangat fluktuatif bergantung pada daya beli investor pada saham yang bersangkutan.

Sesuaikan Investasi dengan Kebutuhan

Pada dasarnya, manusia memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda. Manusia juga memiliki tipe kepribadian yang berbeda. Ada yang berani mengambil risiko, ada juga yang tidak berani ambil risiko. Maka dari itu, sesuaikan investasi dengan tipe kepribadian dan kebutuhanmu agar kamu dapat mengelola investasi dengan baik. Hasil yang didapatkan juga lebih maksimal.