Bisnis Pesan Antar Beromset Miliaran

Saat ini kemacetan di Jakarta sudah menjadi keniscayaan, alhasil ongkos transportasi menjadi demikian mahal. Karena itulah bisnis jasa pesan antar hadir memberikan solusi. Tidak sekadar antar barang layaknya jasa kurir umumnya, kini masyarakat pun dimanjakan oleh antaran produk makanan jadi. Adalah bisnis berlabel PesanDelivery yang memelopori bisnis yang melayani pengantaran barang sekaligus kuliner sampai di tempat itu. ”Kami juga melayani pesan antar sapi kurban dan sayur-mayur,” ujar bungsu dari lima bersaudara itu. Dan yang lebih ekstrem lagi, jasa PesanDelivery mencakup layanan mengambil dan mengantarkan barang yang ketinggalan ke alamat yang diminta.

Terinspirasi Dining.com

Bisnis Beno Pranata (34) yang unik itu terinspirasi dari gaya hidup praktis di negeri Paman Sam. Suami Mirzah Anas Malik itu memang menyelesaikan pendidikannya di Amerika Serikat, S1 pada jurusan Business Administration di Framingham State College, Massachusetts, dan S2 pada jurusan Master of Science in Finance di Northeastern University, Boston. Saat menempuh pendidikan di Boston itulah, Beno sempat dibuat terpana mendapati bisnis unik yang dijalankan sebuah perusahaan jasa layan antar bernama Dinning.com di negara bagian tersebut. Gaya hidup serba praktis di negeri itu telah mendorong bisnis jasa pengiriman mendapat sambutan amat antusias. Dinning.com pun kemudian menjadi kebutuhan sekaligus gaya hidup di sana.

Berpangkal dari situ, darah wirausaha yang mengalir dalam diri Beno sebagai warisan dari kedua orang tuanya pun bergejolak. Ia kemudian bergabung sebagai salah satu karyawan di Dinning.com. ”Waktu itu selain belajar dari mereka, bekerja di sana juga untuk menambah uang saku sebagai mahasiswa,” katanya. Itu terjadi pada kurun 1997 saat krisis moneter melanda tanah air. Membumbungnya nilai tukar mata uang dolar AS mendorong Beno untuk mendapatkan pekerjaan demi bertahan hidup di negeri orang. Selain sebagai tempatnya bekerja, Dinning.com dianggapnya sebagai wahana pengasah bakat wirausaha yang sudah ia miliki sebelumnya. Dari mulai sistemkerja, standar operasi, hingga mekanisme layan antar diserap Beno dan dijadikannya inspirator usahanya kelak.

Saat lulus, Beno kembali ke tanah air. Bukannya mencari kerja, Beno memilih untuk membangun bisnis serupa Dinning.com. Dengan modal awal Rp 250 juta dari hasil patungan dengan sejumlah rekan, Beno membentuk perusahaan yang dilabeli PT Mitra Karya Perkasa pada tahun 2000. Berbagai macam survei terkait bisnis jasa layan antar yang akan dilakoninya pun dilakukan. Survei dikerjakan hingga awal 2002 dengan mengambil sampel serta lokasi di Jakarta. Hasil survei menunjukkan, bisnis jasa layan antar belum berkembang pesat. Dari sampel warga Jakarta yang diambil menunjukkan hanya 20% yang bertransaksi pesan antar. Itu pun hanya sekali dalam sebulan dengan nilai transaksi tidak lebih dari Rp 20 ribu.

Masih rendahnya antusiasme masyarakat terhadap bisnis jasa pesan antar tidak menyurutkan langkah Beno untuk maju. Ia justru menganggap bisnis yang belum banyak pemainnya itu sebagai peluang untuk menjadi perintis. Menurut dia, belum banyak orang terjun dalam bisnis serupa itu merupakan peluang yang masih menganga lebar dan belum tergarap optimal. Apalagi ketika ia berupaya menggandeng sejumlah vendor dan restoran untuk diajaknya bekerja sama, Beno mendapatkan antusiasme yang luar biasa. Sebagian besar restoran pada dasarnya ingin menerapkan pola jemput bola terhadap konsumennya, tetapi tidak memiliki sumber daya memadai untuk kepentingan itu. Maka tawaran Beno layaknya gayung bersambut.

Akhirnya, tanpa keraguan pada 27 November 2002, ayah satu anak itu mematenkan jaringan usahanya dengan nama PesanDelivery sebagai nama merek dari PT Mitra Karya Perkasa. Beroperasi sejak 19 Februari 2003, PesanDelivery diawaki sekitar 10 tenaga kerja yang direkrut Beno melalui jasa alih daya. Saat itu, sekitar 40 merchant yang sebagian besar makanan bergabung menjadi klien PesanDelivery. Bisnis pun kian berkembang, PesanDelivery makin dikenal banyak orang. Ekspansi bisnis semakin luas dengan semakin bertambahnya vendor yang menitipkan produk pada direktori PesanDelivery. Beragam produk pun terpasang di berbagai etalase media PesanDelivery yang siap diantar jemput untuk konsumennya.

Sayang, bisnis itu terantuk banyak sandungan termasuk karena sumber daya manusia alias kurir yang kurang profesional. Hal itu sebagian besar disebabkan Beno merekrut tenaga kerja secara outsourcing. Pantas bila kemudian kurir yang ada tidak teredukasi dengan baik untuk melayani pelanggan. ”Sebagian besar tenaga antarnya bermental kurir yang hanya mengantar pesanan sampai alamat tanpa ingin tahu apa konsumen puas atau tidak,” katanya.

Selain itu, Beno sempat tergoda untuk mendirikan stasiun radio untuk anak-anak. Ia juga sempat mempunyai rencana mendirikan kafe. Beno kemudian sadar bahwa kurang fokusnya ia dalam menjalankan bisnis tersebut akan sulit membuat PesanDelivery berkembang. Kedua rencana itu memang pada akhirnya tidak Beno wujudkan.

Kejeliannya sebagai wirausahawan pun kerap teruji saat mendapati beberapa kerja sama yang pada akhirnya mendatangkan kerugian bagi perusahaan. Beberapa kali Beno melakukan kesepakatan bisnis yang pada awalnya tidak disadari bahwa itu merugikan perusahaannya sendiri. ”Saya kemudian sadar bahwa SDM itu kunci,” katanya. Keluhan dari konsumen tentang layanan kurir pengantar, mengembangkan bisnis lain di luar jalur awal, dan kerja sama dengan mitra yang salah pada akhirnya membuatnya tersadar untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis penting. ”Itu semua layaknya biaya sekolah yang harus dikeluarkan untuk membangun bisnis ini,” katanya.

Pada 2004, Beno menggandeng rekan lamanya, Andreas Harsosantosa, untuk membangun bisnis yang ada mulai dari titik nol. Saat itu keduanya bertekad memulai sistem, merekrut tenaga kerja terbaik, membangun standardisasi operasi perusahaan, dan membentuk tim kerja yang solid. Demi melayani konsumen dengan servis terbaik, pihaknya merekrut tenaga kurir yang berkemampuan dasar sebagai waitress. Seluruh kurir setelah menjalani masa pembekalan akan diangkat menjadi pegawai tetap bila telah memenuhi syarat.

Dengan strategi semacam itu, Beno berharap hanya tenaga-tenaga terbaiklah yang ia jaring. Menurut dia, seorang pegawai organik akan merasa memiliki perusahaan tempatnya bekerja sehingga akan dengan segenap kemampuannya menjaga nama baik perusahaan. Pada akhirnya, pelayanan terbaiklah yang akan diterima pelanggan. Bagi Beno, kunci utama bisnisnya terletak pada profesionalisme kurir dan pelayanan pelanggan. Selain itu, perkuatan permodalan usaha juga menjadi kunci yang lain sehingga mau tidak mau ia dan rekannya, Andre, mulai mencari upaya mendapatkan pendanaan untuk menyuntik bisnisnya.

Kredit Modal Kerja

Dua sekawan Beno-Andre mulai merasakan bisnis tidak boleh berhenti berkembang. Oleh karena itu, perkuatan modal menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. ”Kami tidak ingin bisnis ini hanya segini-segini saja atau jalan di tempat,” katanya.

PesanDelivery perlu ekspansi usaha yang lebih luas. Oleh karena itu, Beno-Andre sibuk memutar otak untuk mencari suntikan dana. Suntikan dana pribadi dinilai tidak lagi memungkinkan PesanDelivery untuk tumbuh besar. Akhirnya, keputusan pun diambil bahwa perbankan dapat menjadi solusi untuk mencari pinjaman.

Tidak lama berselang, Beno dan Andre mendapat akses berhubungan dengan perbankan dan pilihan kemudian jatuh pada Bank Niaga. ”Kami sama-sama proaktif dalam proses peminjaman kredit, dan sisi baiknya mereka (Bank Niaga) memperlakukan kami tidak seperti nasabah biasa tetapi seperti layaknya teman atau sahabat,” kata Andre.

Persyaratan kredit dari skim kredit modal kerja yang dinilai tidak terlampau sulit pun bisa Beno penuhi dalam waktu singkat. Tidak lebih dari sebulan kemudian sejak permohonan kredit, dana yang diminta sebesar Rp 200 juta pun cair.

Dengan dana sebesar itu, PesanDelivery seperti layaknya disuntik darah segar sehingga terbangun kembali menjadi bisnis berjargon ”make life simple and easy”. Inovasi pun terus dilakukan dan dikembangkan, tidak terfokus pada makanan dan minuman saja. Berbagai macam produk yang memiliki citra merek cukup kuat di pasar pun digandengnya. Demi menunjang kecepatan dan ketepatan pengiriman, PesanDelivery dikembangkan dengan dukungan teknologi perangkat lunak dalam operasionalnya.

Rekam jejak kredit perbankan berupa skim kredit modal kerja terus membaik seiring berjalannya waktu. Tidak heran bila kemudian Bank Niaga terus menaikkan pagu kredit dari tahun ke tahun, yaitu dari Rp 200 juta meningkat menjadi Rp 700 juta hingga mencapai Rp 800 juta pada 2008. Dana kredit sebagian besar digunakan untuk perkuatan modal usaha, biaya operasional, dan ekspansi usaha.

Beno beruntung sebab hubungan baik dengan perbankan telah lama dijalinnya. Wajar bila kemudian Bank Niaga menjadikannya sebagai salah satu debitur yang pantas diperhitungkan. Account Officer Bank CIMB Niaga, Ariwaspadi, mengatakan, pihaknya mengucurkan kredit untuk PesanDelivery karena uniknya bisnis yang dijalankan serta prospek yang dinilai menjanjikan. ”Kami menilai mereka menjalankan bisnis yang menarik, unik, dan menjanjikan,” kata Ari.

Pihaknya hanya menyaratkan ketentuan kredit berupa perlengkapan seperti KTP, NPWP, dan izin usaha seperti layaknya persyaratan bagi kredit modal kerja pada umumnya. Pada perkembangannya Niaga menilai rekam jejak kredit usaha Beno Pranata terus membaik seiring waktu. Beno juga dinilai kooperatif terhadap perbankan yang memberikan pengawasan dan pendampingan bagi bisnisnya secara berkala. Jangka waktu kredit setiap tahun dievaluasi dan per tiga bulan dipantau perkembangan keuangan perusahaan. Sedangkan cara pembayarannya dilakukan per bulan untuk bunga dan pelunasan di akhir tahun meski dapat diperpanjang sebagai bentuk kemudahan atau dukungan Niaga terhadap nasabahnya.

Ari mengatakan, pihaknya memberikan porsi tersendiri bagi UKM untuk memperkuat modalnya melalui pinjaman perbankan. ”Kami memiliki divisi khusus, yaitu UKM Center untuk melayani kredit pelaku UKM,” katanya. Janji kemudahan akan diberikan sepanjang skim kredit sesuai bagi struktur UKM. Itu adalah wujud dukungan Niaga terhadap perkembangan UKM yang merupakan center of gravity bagi sektor riil di tanah air.

Omset Rp 20 juta per hari

Tidak dapat disangkal PesanDelivery yang dibangun Beno kini telah menjadi perusahaan yang bergerak di bidang jasa outsourcing penunjang konsep win-win solution bagi semua pihak. Selain itu, bisnis yang dibangun dari dasar usaha kecil itu telah bermetamorfosis menjadi perusahaan yang mampu menjadi trend setter dalam industri jasa pengantaran di Indonesia.

Perusahaan yang bermotto “To Serve Timely” itu bertekad mengedepankan layanan terpercaya dan profesionalisme kerja. Kegigihan dua serangkai Beno dan Andre juga telah mewujudkan usaha yang mampu menjaring berbagai perusahaan besar lain yang memiliki merek dan komunitas pasar besar. Saat ini, usaha Beno-Andre telah beromset sekitar Rp 15-20 juta per hari dengan rata-rata 150 transaksi per orang per hari. Konsumennya berjumlah sekitar 200 ribu dengan jumlah konsumen aktif terlayani sebanyak 65 ribu dan persentase 50:50 antara korporat dan rumah tangga. Kontributor dan rekanan saat ini jumlahnya mencapai 200 merchant dan kemungkinan akan terus bertambah. Produk mencakup makanan dari berbagai macam restoran, obat-obatan, karangan bunga, minuman, elektronika, sayur-mayur, buku, tiket, alat tulis kantor, dan sapi yang langsung dipasok dari peternak lokal.

Pihaknya kini menjadi penyalur resmi sayur mayur organik terbaik dari Saung Mirwan. Pelanggan yang mendambakan pola hidup sehat pun tidak terkendala lagi untuk mendapatkan bahan makanan organik. PesanDelivery siap mengantarkan pesanan sayur segar bebas bahan kimia kepada pelanggan pemesannya.

Perkembangan usaha Beno terbaru adalah layanan pesan antar tiket kereta api berbagai tujuan yang bekerja sama dengan PT Kereta Api. Kerja sama itu, selain untuk turut serta mempermudah pengguna jasa kereta api mendapatkan tiket tanpa harus datang ke stasiun kereta, juga untuk menekan praktik percaloan yang selama ini sulit dibasmi. Kesepakatan terbaru ditandatangani Beno dengan Carrefour untuk mendistribusikan alat tulis kantor ke seluruh cabang PT Astra dan BCA.

Dalam waktu dekat, Beno akan mengembangkan daerah pemasaran dan meningkatkan penjualan melalui pengadaan waralaba di wilayah Cibubur, Jakarta Timur, Bekasi, hingga Tangerang. Saat ini, Beno dan Andre bertekad mencari alternatif terbaik dalam rangka berbagi pasar untuk membentuk komunitas baru yang membutuhkan pelayanan pengiriman.

Berkembang seiring waktu, berbagai macam konsep dan terobosan inovatif pun diterapkan. Dalam hal pembayaran, misalnya, PesanDelivery menerima banyak cara metode bayar, di antaranya secara tunai, kartu kredit, pembayaran on-line, sms banking, telkomsel cash e-wallet, flexy-cash, corporate account, voucher/gift certificates, dan transfer. Melalui program corporate account misalnya, Beno berupaya meningkatkan kapasitas penjualan terutama bagi pelanggan perkantoran dengan sistem bayar berkala baik secara mingguan maupun bulanan.

Sementara itu, pihaknya mendapatkan keuntungan berupa komisi transaksi dari setiap transaksi ditambah komisi pengantaran yang besarannya tergantung jarak antar. Untuk menjaga kepercayaan klien dan konsumen, Beno selalu menjaga kualitas pelayanan baik dalam hal penerimaan order, pemesanan kepada vendor, maupun pengiriman kepada pembeli. Dengan begitu tingkat kepuasan konsumen tetap terjaga dan bahkan berpotensi meningkat dari waktu ke waktu.

Membangun Sistem

Siapa yang menyangka bila bisnis yang dibangunnya dengan modal kegigihan dan kerja keras, kini melahirkan sebuah usaha yang amat menjanjikan. Siapa pula yang menyangka bahwa PesanDelivery kini telah tumbuh lebih pesat dari inspiratornya yang justru seperti jalan di tempat, Dinning.com. Berkantor di kawasan Kebayoran Baru (Jakarta Selatan), bisnis PesanDelivery pun berputar. Vendor menitipkan detail informasi produk, media mencatat, konsumen memesan.

Dering telepon di ruangan seluas separuh lapangan sepak bola itu seakan tidak pernah berhenti. Sebanyak sembilan operator call center yang bertugas dalam satu kali shift siap melayani pesanan pelanggan hingga pukul 00.00 dini hari. Sementara di depan ruang kantor yang berada tepat di tepi jalan raya Petogogan, sejumlah pengantar siap dengan panggilan tugas mengantar pesanan. Profesionalisme ditekankan dengan pemakaian baju seragam oranye bagi karyawannya.

Saat ini Beno lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan lobi dan berbagai pertemuan bisnis termasuk menjalin kerja sama dengan para vendor dan merchant. ”Format kerja sama dengan kami sederhana dan tidak perlu ada yang diinvestasikan,” katanya. Merchant hanya perlu memberikan detail informasi produknya, petugas akan memasukkan ke dalam sistem, dan kemudian konsumen dapat mengakses untuk memesannya. Pembayaran akan dilakukan pada akhir bulan pada tanggal tutup buku.

Bagi konsumen, Beno memberikan banyak pilihan akses pada PesanDelivery melalui berbagai media di antaranya majalah berlabel PD, majalah panduan yang disebarluaskan secara gratis dan portal situs www.pesandelivery.com yang selalu diperbarui setiap saat. Melalui media itulah, terdaftar berbagai macam produk baik makanan, benda elektronik, obat, dan lain-lain dapat dipesan-antar sampai alamat. ”Konsumen tinggal telepon 021-72787070 dan pesanan barang kemudian akan kami antar,” katanya.

Pada intinya cara order pada PesanDelivery sangat mudah yaitu tinggal memilih kode produk dari menu merchant yang dikehendaki. Setelah menelepon, pesanan akan diantarkan dalam waktu satu jam atau tergantung lokasi tujuan. Pelanggan pun tidak perlu risau soal waktu karena PesanDelivery beroperasi selama tujuh hari dalam seminggu dari pukul 07.00 hingga 00.00 WIB. Dan yang terpenting PesanDelivery tidak menetapkan minimum order dengan biaya antar mulai Rp 7 ribu atau tepatnya tergantung lokasi tujuan.

Bertolak dari usaha kecil, puluhan lapangan pekerjaan pun berhasil Beno buka dan sediakan bagi lulusan SMA hingga sarjana. Saat ini, bisnisnya berjalan hampir tanpa kendala karena dapat dikatakan PesanDelivery kini adalah satu-satunya usaha jasa layan antar, sehingga beroperasi nyaris tanpa kompetitor. Bergandeng tangan dengan Andre, Beno kini menjalankan sistem yang dirancangnya sendiri menuju standar operasional perusahaan profesional. Pantas bila kemudian sistem yang berhasil Beno bangun dengan dasar teknologi canggih dinilainya merupakan aset paling berharga lebih dari apa pun.

Banyak orang memang tidak asing lagi terhadap logo PesanDelivery. Namun demikian, masih ada sebagian orang lainnya yang belum mengenalnya. Kelompok itulah yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Beno. ”Untuk semakin memperluas publikasi PesanDelivery sebenarnya kami masih sangat butuh suntikan permodalan dari perbankan,” katanya. Apalagi ke depan ia bercita-cita menjadikan PesanDelivery sebagai bisnis waralaba yang menjangkau seluruh pelosok nusantara dan bila perlu go international.