Produksi Kerajinan Indonesia Tidak Kalah Dengan Nagara Lain

JAKARTA - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementrian Perindustrian Haris Munandar mengatakan kerajinan di Tanah Air memiliki potensi dan daya saing untuk dikembangkan. Dia meyakini bila produksi kerajinan Indonesia sangat unggul dan tidak kalah dibandingkan dengan produksi kerajinan negara-negara lainnya.

"Saya optimistis karena saya lihat Indonesia memiliki berbagai macam kerajinan di setiap daerahnya," ujar Haris di Kantor Kementrian Perindustrian, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014, Populasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) makanan Indonesia, yaitu sebesar 1.567.019 unit atau sekitar (42,71%), yang menyerap tenaga kerja sebanyak 3.664.208 tenaga kerja atau sekitar (41,94%) dan memberikan nilai tambah sebesar Rp50,1 triliun atau (22,70%). 

Sementara pada tahun yang sama populasi IKM Fashion dan kerajinan tercatat sebesar 625.209 unit usaha atau sekitar (17,04%), menyerap 1.474.901 tenaga kerja atau sekitar (16,88%) dan memberikan nilai tambah sebesar Rp 44 triliun atau sekitar (20,28%)

"Untuk tahun 2017 Kementrian Perindustrian diberi target untuk menumbuhkan wirausaha baru sebanyak 5.000 orang, dan 20 ribu wirausaha baru pada akhir tahun 2019," ungkap Haris.

Untuk memfasilitasi para narapidana yang kreatif, Kemenperin bersama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM menggelar 'Pameran Produk Unggulan Narapidana' di Plaza Pameran Industri Kemenperin, Jakarta. Beragam produk industri bisa ditemui di sini, mulai dari kerajinan anyaman, kayu, makan olahan hingga fashion. 

Pameran ini juga akan mengahadirkan acara fashion show, penatas seni, demo kegiatan serta talkshow seru dengan tema 'Napi dibina untuk berguna, From Nothing to Something'.